28 Nov 2013

Suara hatiku masih belum berjudul...

Banyak yang bilang agar 'mencintai dalam diam'
Tapi tahukah kamu kalau itu tidak mudah?
Kalau kamu tahu, berarti bolehkah aku mengutarakannya?
Kamu pun tertawa
Dan berlalu begitu saja

Terima kasih


Sebenarnya banyak yang belum aku mengerti tentang untuk apa perasaan ini hadir dengan mudahnya. Mudah dengan hanya satu kali melihatnya dan tersenyum kepadaku, langsung hati berdebar. Aneh! Kalau bisa menghadirkan satu saja cinta untuk dipegang teguh komitmennya sampai waktunya benar-benar tiba, yah kalau bisa.

Namanya saja nafsu. Kalau cinta pasti sudah Allah goreskan satu nama di Lauh Mahfudz-Nya dan menuntunnya menemukan tulang rusuk yang hilang untuk disempurnakan. Hanya saja kembali dengan waktu, persiapan, dan komitmen. Kalau tanpa ketiganya, maka cinta hanya sebatas cinta yang diucapkan tanpa pernah dibuktikan.

Bagaimana dengan hati yang selalu merindu saat tak bertemu dan tersakiti saat berpaling ke lain hati? Padahal dia belumlah menjadi seseorang yang Allah telah takdirkan? Apakah masih salah dengan perasaan yang begitu membuncahnya tanpa mengerti mengendalikannya? Aku harap tidak ada yang salah selagi cinta ini tidak pernah disalahartikan kehadirannya serta tidak pernah dipermainkan sehingga tidak banyak telaga hati yang teracuni.


Untukmu...
Suatu hari akan kau temukan sekerat hati yang telah hampir kering ini
Bukan karena aku tak percaya kau 'kan datang
Bukan karena lelah menantimu yang tak ada kabar
Bukan karena kau yang tak pernah menghilang
Hanya saja karena kau telah menghisap habis dayaku
Menghisapnya lewat waktu yang ku pastikan
Kau akan datang
Dengan mereka yang akan menjadi saksi
Dengan mereka yang akan menjadi kamera zaman
Dengan mereka, mereka, mereka
Yang mencintaimu dan mencintaiku
Yang menerimamu dan menerimaku

Untukmu...
Bukan hanya sekedar bait per bait ini aku cintaimu
Bukan hanya dengan ketakutan kau 'kan kecewa
Bukan !
Kau terlalu istimewa untuk ku deskripsikan dengan bait
Kadang dirimu terlalu indah dibandingkan syair
Dirimu terlalu berharga dibandingkan gadget mahal
Dirimu terlalu nikmat dibandingkan tidur di tengah kelelahan
Dirimu apa yang selalu aku syukuri
Itu saja

Untukmu...
Tiada lagi yang patut aku tulis
Tiada lagi yang patut aku khayalkan
Tiada lagi yang patut aku lukiskan
Karena kau telah nyata hadir
di sini



(TGR 16:47 PM)

27 Nov 2013

Surat Cinta Untuk Calon Istriku (Part II)

Calon Istriku,
Tiada kata yang lebih layak kuucapkan selain puji dan syukur kepada Allah yang telah memilihkan pasangan hidup yang terbaik untukku, dan insya allah engkaulah orangnya. Walaupun…sejujurnya seringkali terbersit keraguan di hatiku, pantaskah aku yang masih apa adanya ini mendampingimu?
Aku teringat akan sebuah kejadian empat setengah tahun yang silam pada waktu awal aku mengenal dirimu, bukanlah sebuah kebetulan, karena itu adalah suratan takdir yang sudah Allah tuliskan buat kita. Aku masih teringat semua, kala itu engkau masih sosok gadis yang lugu, manja dan perlu seorang pembimbing untuk mengarahkan hidupmu. Dan aku merasa akulah orang itu. Bukan karena aku dirimu berubah menjelma menjadi sosok akhwat yang sangat anggun seperti sekarang ini, tapi karena tuntunan dari Allah swt dan tekadmu yang sangat kuat.
Calon Istriku,
Kata-kataku ini terlahir juga bukanlah sebuah kebetulan dan kepintaranku merangkai kata, akan tetapi yakinlah bahwa rangkaian kata yang sekarang kutuliskan untukmu benar-benar terlahir dari hati sanubariku yang paling dalam yang telah engkau genggam bersama hatimu. Resapilah apa yang engkau baca, karena saat ini aku tengah berbicara dengan suara hatiku.
Calon Istriku,
Aku berharap akan sebuah takdir yang akan menghantarkan kita kepada sebuah muara yang sangat indah, dambaan setiap orang yang saling mencinta, berlabuh disebuah mahligai pernikahan. Sebuah harapan yang akan dikabulkan Allah jika kita benar-benar yakin kepada-Nya.
Calon istriku,
Hari ini adalah hari ulang tahunmu yang ke 22, Aku sangat sedih sekali, tak ada yang bisa aku berikan untukmu selain dari luapan kata hatiku ini, demi Allah yang cinta kita berada dalam genggaman mahabbah-Nya, yang telah menciptakan tujuh lapis langit dan bumi, dan menciptakan tujuh lapis belahan setiap hati manusia, maka sungguh ketika aku mencintaimu atas dasar cintaku kepada Allah telah mengantarkan aku pada sebuah ketenangan bathin karena sosok anggun dan kesholehahan serta kebaikanakhlak yang terpancar dari wajah dan hatimu.
Calon istriku,
Demi luasnya hati yang telah engkau bukakan untukku, Langit dan bumi tidak bisa menampung cintaku, dan akan tetapi hatimu bisa menampungnya, sehingganya hatiku tenang dan nyaman. Maka aku akan mencintaimu melebihi luasnya langit dan bumi, tak berapa lama lagi hari yang berbahagia itu akan menjelang, sebelum kita berlayar izinkan aku berpesan dan berwasiat kepadamu, agar kelak ketika kita berlayar kapal kita tak oleng ditengah samudera kehidupan yang akan kita jalani, hari ini aku ingin berterus terang kepadamu, bahwa sosok suami yang akan menahkodai bahtera Rumah tanggamu kelak bukanlah sesempurna Cintanya Nabi Muhammad kepada ‘Aisyah, juga bukan setegar cintanya Nabi Ibrahim kepada siti hajar, dan juga bukan sekuat cinta nabi Adam terhadap Siti Hawa, Suami yang akan menahkodai kehidupanmu tidak setampan Nabi Yusuf sehingga Zulaikha jadi terpesona dan jatuh cinta, dan akan tetapi calon suamimu hanyalah seorang manusia yang lemah penuh dengan segala kekurangan, penuh dengan kekhilafan dan dosa, jika ingin pintalah kepadaku apa saja yang engkau inginkan, tapi dikau harus ingat akan satu hal tidak semua keinginanmu bisa aku kabulkan, karena keterbatasanku sebagai Insan yang dho’if. Aku akan memberikan sebuah permisalan padamu, dengarkan baik-baik apa yang akan aku katakan, jangan lewatkan kata demi kata yang aku tuliskan untukmu, karena apa yang akan aku sampaikan ini adalah kunci keberhasilan sebuah rumah tangga yang akan kita jalani itu, walau diriku tidak selincah Leonal Messi dalam bermain bola, juga bukan sehebat Christian Ronaldo dalam melakukan tendangan gawang, apalagi sepintar Bambang pamungkas. Dan akan tetapi Aku ingin mengatakan bahwa Bahtera rumah tangga itu tak ubahnya seperti sebuah klub dalam sepak bola, dirimu pasti terheran-heran dengan apa yang akan aku sampaikan kepadamu, tapi renungkanlah bahwasanya apa yang akan aku sampaikan ini benar-benar akan menjadi sebuah kenyataan dalam realita kehidupan kita kelak.
Calon Istriku,
Leonal Messi memang lincah dalam bermain bola, dan akan tetapi dia tak akan pernah bisa bermain sendirian di Lapangan, sehebat apapun dia bermain pasti butuh kepada teman yang kompak untuk mencetak sebuah gol, sehingga kemenangan bisa di raih. Begitu juga dengan Christian Ronaldo, dia tidak boleh merasa paling berjasa dalam memenangkan sebuah pertandingan karena gol-gol indah yang tercipta lewat kakinya, dan dia harus mengatakan bahwa kemenangan yang diraih adalah berkat kerjasama tim yang solid.
Calon Istriku,
Aku bukan sedang mengajakmu untuk mencintai hobiku bermain bola, dan akan tetapi didalam sebuah klub bola terdapat sebuah pelajaran yang sangat indah jika direnungkan.  Di dalam sepak bola sang striker janganlah merasa paling berjasa, karena selalu mencetak gol, karena kalau bukan bola itu berasal dari kerjasama tim, maka bola itu tak akan pernah sampai kepadanya. Sang Kiper pun demikian, jangan pernah ada rasa riya dan ‘ujub sedikitpun ketika bisa menyelamatkan gawang, karena setiap posisi kita adalah amanah masing-masing untuk kita jalani. Mahligai Rumah tangga juga demikian, jangan merasa kita paling berjasa, jangan pernah berkata itu karena saya, akan tetapi katakanlah, ini berkat Allah swt yang telah mengabulkan usaha dan doa kita. Sebelah tanganku adalah separoh cinta, dan sebelah tanganmu adalah separoh cinta, ketika kita dipertemukan dan berjabat tangan dalam ikatan pernikahan maka jadilah kita cinta yang sempurna. Kita tidak akan sempurna sendirian, karena yakinlah setiap kita pasti punya kekurangan, maka kita saling menutupi setiap kekurangan yang kita miliki, sehingga cinta yang sempurna itu bisa kita raih.
Calon Istriku,
Ingatkanlah jika kelak suamimu keliru, jika ada hakmu yang terlalaikan, janganlah engkau ragu untuk menasehatiku, karena aku ingin rumah tangga kita kelak dibangun diatas saling menasehati didalam ketaatan kepada Allah, karena atas dasar inilah agama kita dibangun. sebagaimana Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda “Agama itu adalah nasehat” (HR Muslim).
Calon Istriku,
Bukan harta yang melabuhkan cintaku kepadamu, juga bukan kecantikan yang membuat aku mencintaimu, tapi karena Agama dan Akhlakmu yang membuat aku jatuh cinta kepadamu. Kelak aku ingin engkau akrab dengan kedua orang tuaku. Aku ingin mereka menyayangimu seperti anaknya sendiri, mulailah dengan berlaku lemah lembut kepadanya, membantu pekerjaannya, niscaya engkau akan disayang seperti anaknya sendiri.
Calon Istriku,
Simpanlah surat cinta dariku ini baik-baik. Kelak jika aku menjadi suami mu. Dan jika suatu saat aku lalai, maka tunjukkanlah surat ini untuk mengingatkanku. Semoga Allah memberi kekuatan kepadaku untuk senantiasa belajar menjadi suami yang sholeh & terbaik buat kamu. Wallahu ‘alam Bishawab
Bekasi 27/11/2013
jemmymirdad,,

Surat Cinta untuk Calon Istriku Tercinta

Calon Istriku…Tiada kata yang lebih layak kuucapkan selain puji dan syukur kepada Allah yang telah memilihkan pasangan hidup yang terbaik untukku, dan insya allah engkaulah orangnya. Walaupun… sejujurnya seringkali terbersit keraguan di hatiku, pantaskah aku yang masih apa adanya inimendampingimu?
Calon Istriku…Kelak aku berharap engkau tidak kecewa mempunyai suami seperti aku. Aku bukanlah suami sholeh yang mungkin engkau idamkan selama ini untuk menjadi panutan terbaikmu. Namun, aku adalah seorang suami yang baru belajar dan jatuh bangun untuk berusaha menjadi yang terbaik.
Calon Istriku…Dalam perjalanan aku mengenalmu, mungkin banyak kesalahan-kesalahan yang aku lakukan, yang mungkin membuatmu kesal, atau bahkan mungkin tidak ridho kepadaku. Karena itu aku mohon, katakan dengan terus terang jika aku salah,agar aku dapat mengubah perilaku ku itu, dan ma’afkanlah aku. Dan aku mohon, jangan pernah ada satu malam pun yang kau lewati dengan ketidak ridhoanmu padaku. Aku bertekad InsyaAllah aku tidak akan menutup mataku untuk tidur sebelum engkau mema’afkan aku, sebab aku khawatir, jika Allah menakdirkan mengambil nyawaku pada saat aku tidur dan dalam keadaan engkau tidak ridho kepadaku, maka aku tidak akan sanggup menahan pedihnya siksa dari Allah .
Calon Istriku…Kelak ketika aku menjadi suami mu nanti, mungkin terkadang Allah menghendaki kita terpisah dalam waktu yang cepat atau cukup lama. Karena itu, sejak awal aku mohon ma’af dan kerelaanmu, tentu saja akan banyak kewajibanku sebagai seorang suami yang tidak biasa  kutunaikan dengan baik selama masa tersebut. Semoga Allah membalas kesabaranmu dan menggantikannya dengan surga-Nya. Amien
Calon Istriku…Simpanlah surat cinta dariku ini baik-baik. Kelak jika aku menjadi suami mu. Dan jika suatu saat aku lalai, maka tunjukkanlah surat ini untuk mengingatkanku. Semoga Allah memberi kekuatan kepadaku untuk senantiasa belajar menjadi suami yang sholeh & terbaik buat kamu.
Dengan cinta,
Calon Suamimu Tercinta

KALI INI PUN SURATKU UNTUKMU, TANPA JUDUL...



Aku ingin engkau ada disini …
Menemaniku saat sepi
Menemaniku saat gundah

Berat hidup ini tanpa dirimu …
Ku hanya mencintai kamu
Ku hanya memiliki kamu

Ku sadari ku salah melakukan ini
Ku cintai dirimu seegois ini
Aku tak peduli
Hatiku tlah terlanjur jatuh padamu

Mungkin aku berdosa, masuk di hidupmu
Biar menjadi harapan dalam hatiku
Karena ku yakin ini jalan kita
Takdir pertemukan kita untuk bisa bersama

Aku rindu setengah mati kepadamu
Sungguh ku ingin kau tahu
Aku rindu setengah mati
Ku sadari ku salah melakukan ini

Tapi mengapa aku tak pernah sadar
Mungkin aku berdosa masuk di hidupmu
Karena ini saat perasaan, tak seorang pun mengerti
Hanya aku, kamu dan Tuhan yang tahu

Meski t’lah lama kita tak bertemu
Ku slalu memimpikan kamu
Ku tak bisa hidup tanpamu
Karena ku yakin ini jalan kita

Takdir pertemukan kita untuk bisa bersama …



(TGR-BKS 20/10/2011)

26 Nov 2013

JAUHKAN DIRIMU DARI KEGANASAN DUNIA MAYA DAN MEDIA SOSIAL....!!!!


Ilmu - Perhiasan Tak Ternilai Bagi Muslimah





Seorang yang mendambakan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat harus memiliki pedoman dalam menapaki kehidupannya di dunia. Dan pedoman hidup seorang hamba semua telah diatur dalam syariat Islam. 

Seorang yang mendambakan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat harus memiliki pedoman dalam menapaki kehidupannya di dunia. Dan pedoman hidup seorang hamba semua telah diatur dalam syariat Islam.

Seorang yang sukses bukanlah orang yang hidup dengan bersemboyan ‘semau gue’ dengan mengikuti hawa nafsunya, tapi orang yang sukses adalah orang yang mengambil Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dengan pemahaman As Salafus Shalih sebagai pengikat aturan hidupnya. Petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam ini tidak mungkin dapat diketahui tanpa menuntut ilmu syar’i. Karena itulah, Allah dan Rasul-Nya memerintahkan setiap Muslim dan Muslimah yang baligh dan berakal (mukallaf) untuk menuntut ilmu. 

Dalam sebuah hadits dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :
“Menuntut ilmu wajib bagi setiap Muslim. ” (HR. Ahmad dengan sanad hasan. Lihat kitab Jami’ Bayan Al ‘Ilmi wa Fadllihi karya Ibnu ‘Abdil Bar, tahqiq Abi Al Asybal Az Zuhri, yang membahas panjang lebar tentang derajat hadits ini)
Imam Ahmad rahimahullah mengatakan bahwa ilmu yang wajib dituntut di sini adalah ilmu yang dapat menegakkan agama seseorang, seperti dalam perkara shalatnya, puasanya, dan semisalnya. Dan segala sesuatu yang wajib diamalkan manusia maka wajib pula mengilmuinya, seperti pokok-pokok keimanan, syariat Islam, perkara-perkara haram yang harus dijauhi, perkara muamalah, dan segala yang dapat menyempurnakan kewajibannya. 

Sebagai hamba Allah, seorang Muslimah wajib mengenal Rabbnya yang meliputi pengetahuan terhadap nama-nama, sifat-sifat, dan perbuatan Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana diberitakan dalam Al Qur’an dan hadits-hadits yang shahih. 

Selain itu, ia harus mengetahui bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala bersendiri dalam Mencipta, Mengatur, Memiliki, dan Memberi Rezeki. Ia pun wajib menunaikan hak-hak Allah, yaitu beribadah hanya kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun, sebagaimana tujuan penciptaannya. 

Allah berfirman :
“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku. ” (Adz Dzariyat : 56)

Seseorang tidak akan berada di atas hakikat agamanya sebelum ia berilmu atau mengenal Allah Ta’ala. Pengenalan ini tidak akan terjadi kecuali dengan menuntut ilmu Dien (Agama Islam).
Di samping mengenal Allah,
seorang Muslimah juga wajib mengenal Nabi-nya, yaitu Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, karena beliau merupakan perantara antara Allah dengan manusia dalam penyampaian risalah-Nya. Sesuai dengan makna persaksiannya bahwa Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam adalah hamba dan Rasul-Nya, maka ia wajib mentaati segala yang beliau perintahkan, membenarkan segala yang beliau khabarkan, menjauhi apa yang beliau larang dan tidak beribadah kepada Allah kecuali dengan apa yang beliau syariatkan.

 Hal ini sesuai dengan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala :
“Apa yang diberikan Rasul kepada kalian maka terimalah, dan apa yang dilarangnya bagi kalian maka tinggalkanlah, dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukumannya. ” (Al Hasyr : 7)

Ayat ini merupakan kaidah umum yang agung dan jelas tentang wajibnya seluruh kaum Muslimin mengambil sunnah yang telah tetap dan hadits-hadits shahih dalam aqidah, ibadah, muamalah, adab, akhlak, seluruhnya. Hal ini tidak akan diketahui kecuali dengan menuntut ilmu terlebih dahulu. 

Selain mengenal Allah dan Rasul-Nya, seorang Muslimah juga wajib mengenal agama Islam sebagai agama yang dianutnya, dengan memperhatikan dalil-dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah yang shahihah, sehingga ia memiliki pendirian kokoh, tidak mudah terombang-ambing. Dan agar ia berada di atas cahaya, bukti, dan kejelasan dari agamanya.
 

Seorang Muslimah juga wajib membekali dirinya dengan ilmu sebelum memasuki jenjang pernikahan
, sehingga ia dapat menunaikan kewajibannya sesuai dengan tuntunan syariat. 

Sebagai isteri, seorang Muslimah dituntut agar menjadi isteri yang shalihah, sehingga ia dapat menjadi perhiasan dunia yang paling baik, bukan justru menjadi fitnah atau musuh bagi suaminya. 

Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash radhiallahu ‘anhuma berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :
“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah. ” (HR. Muslim)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang sifat-sifat wanita shalihah :
“… maka wanita shalihah, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena itu Allah telah memelihara mereka. ” (An Nisa’ : 34)

Maksud ayat ini bahwa wanita yang shalihah adalah yang menunaikan hak-hak Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mentaati-Nya, mentaati Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, dan menunaikan hak-hak suaminya dengan mentaatinya dan menghormatinya, serta menjaga harta suami, anak-anak mereka, dan kehormatannya tatkala suaminya tidak ada. 

Untuk menjadi wanita shalihah yang seperti ini, seorang Muslimah membutuhkan ilmu. 

Sebagai seorang ibu, ia mempunyai tanggung jawab mendidik anak-anaknya agar menjadi anak-anak yang shalih dan shalihah. Di bawah kepemimpinan suami, isteri adalah penjaga rumah tangga suami dan anak-anaknya.

sebagaimana dalam hadits dari Ibnu ‘Umar radhiallahu ‘anhuma dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bahwasanya beliau bersabda :
“Laki-laki adalah pemimpin atas keluarganya, wanita adalah pemimpin dalam rumah tangga suaminya dan anak-anaknya, maka setiap kalian adalah pemimpin, akan ditanya tentang yang dipimpinnya. ” (Muttafaqun ‘Alaihi)

Hasil didikan seorang ibu terhadap anak-anaknya inilah yang termasuk perkara yang akan ditanyakan oleh Allah kelak di hari kiamat. Karena itulah Muslimah harus menuntut ilmu syar’i sebagai bekal mendidik anak-anak sehingga fitrah mereka tetap terjaga dan menjadi penyejuk hati karena keshalihan mereka. 

Di tempat lain,
bila seorang Muslimah belum menikah, maka sebagai anak ia wajib taat pada orang tuanya selama tidak memerintahkan kepada maksiat. 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
“Kami wasiatkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orang tuanya… . ” (Al Ankabut : 8)

Dalam hadits dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash radhiallahu ‘anhuma dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda :
“Dosa-dosa besar ialah menyekutukan Allah, durhaka pada orang tua, membunuh jiwa (tanpa hak), dan sumpah palsu. ” (HR. Bukhari)

Untuk dapat berbuat baik dan menunaikan hak-hak orang tua dengan benar, seorang Muslimah tidak bisa lepas dari ilmu. 
Seluruh kewajiban ini harus dapat ditunaikan dengan dasar ilmu. Karena jika tidak, akan terjadi berbagai kesalahan dan kerusakan. Maka tidak heran, bila para Muslimah yang bodoh terhadap agamanya melakukan berbagai praktek kesyirikan dan kebid’ahan. 

Akibat kebodohannya pula, banyak Muslimah yang durhaka pada suami atau orang tuanya. Atau terjadi berbagai kesalahan dalam mendidik anak sehingga muncullah generasi yang berakhlak buruk, bahkan bisa jadi durhaka pada orang tua yang telah merawat dan membesarkannya. Karena kebodohannya pula, banyak Muslimah yang tidak mengetahui bagaimana ia harus menjaga kehormatannya, sehingga ia menjadi fitnah dan terjerumus dalam perzinahan dan berbagai kemaksiatan. Kita berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari yang demikian itu. 

Usamah bin Zaid radhiallahu ‘anhuma berkata, telah bersabda
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam :
“Aku berdiri di muka pintu Syurga, maka aku dapatkan mayoritas penghuninya adalah orang-orang miskin, sedang orang-orang kaya masih tertahan oleh perhitungan kekayaannya. Dan ahli neraka telah diperintahkan masuk neraka. Dan ketika aku berdiri di dekat pintu neraka, maka aku dapatkan mayoritas penghuninya adalah para wanita. ” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hanya dengan menuntut ilmu, seorang Muslimah akan mengetahui jalan yang selamat.
Kaum Muslimah masa kini akan menjadi baik bila mereka mau mencontoh para Muslimah generasi terdahulu (generasi salafuna shalih), mereka sangat memperhatikan dan bersemangat dalam menuntut ilmu. 

Dalam sebuah hadits dari Abi Sa’id Al Khudri radhiallahu ‘anhu, ia berkata : “Seorang wanita mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan berkata :

‘Wahai Rasulullah! Kaum lelaki telah membawa haditsmu, maka jadikanlah bagi kami satu harimu yang kami datang pada hari tersebut agar engkau mengajarkan pada kami apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. ’ Maka beliau bersabda : ‘Berkumpullah pada hari ini dan ini di tempat ini. ’ Maka mereka pun berkumpul, lalu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam mendatangi mereka dan mengajarkan apa yang telah diajarkan Allah kepada beliau. ” (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pun sangat bersemangat mengajar para shahabiyah, sampai-sampai beliau menyuruh wanita yang haid, baligh, dan merdeka untuk menyaksikan kumpulan ilmu dan kebaikan. Bahkan beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam memutuskan udzur wanita yang tidak memiliki hijab, sebagaimana yang disebutkan dalam Shahihain dari Ummu ‘Athiyah Al Anshariyah radhiallahu ‘anha, ia berkata : “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menyuruh kami mengeluarkan wanita yang merdeka, yang haid, dan yang dipingit untuk keluar pada hari Iedul Fithri dan Adha. Adapun yang haid memisahkan diri dari tempat shalat, dan mereka pun menyaksikan kebaikan dan dakwah kaum Muslimin. Aku berkata : ‘Wahai Rasulullah! Salah seorang dari kami tidak memiliki jilbab. ’ Beliau bersabda : ’Hendaklah saudaranya meminjamkan jilbabnya. ’ “

Oleh karena itulah, kita dapatkan dalam sejarah Islam, di antara mereka ada yang menjadi ahli fiqih, ahli tafsir, sastrawati, dan ahli dalam seluruh bidang ilmu dan bahasa. Sebagai contoh, Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiallahu ‘anha yang dididik dalam madrasah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam sehingga beliau menjadi wanita yang berilmu dan shalihah. 

Imam Az Zuhri rahimahullah berkata : ”Seandainya ilmu ‘Aisyah dikumpulkan dan dibandingkan dengan ilmu seluruh wanita, maka ilmu ‘Aisyah lebih afdhal. ”

Bahkan ‘Aisyah merupakan guru dari beberapa shahabat, ia menjadi bahan rujukan mereka dalam masalah hadits, sunnah, dan fiqih. Urwah bin Az Zubair berkata : “Aku tidak melihat orang yang lebih mengetahui ilmu fiqih, pengobatan, dan syi’ir ketimbang ‘Aisyah. ”

Para wanita dari kalangan tabi’in juga berdatangan ke rumah ‘Aisyah untuk belajar, di antara muridnya adalah Amrah bintu ‘Abdurrahman bin Sa’ad bin Zurarah. Ibnu Hibban berkata : “Dia adalah orang yang paling mengetahui hadits-haditsnya ‘Aisyah. ”

Di antara deretan nama wanita generasi terdahulu yang cemerlang dalam ilmu adalah Hafshah bintu Sirin yang masyhur dengan ibadahnya, kefaqihannya, bacaan Al Qur’annya, dan hadits-haditsnya. Begitu pula Ummu Darda Ash Shuqra 
Hujaimah, ia seorang yang faqih, ’alimah, banyak meriwayatkan hadits, cerdas, masyhur dengan keilmuan, amalan, dan zuhudnya. 

Demikianlah –wahai saudariku Muslimah– mereka adalah contoh terbaik bagi kita dan telah terbukti bahwa
Allah Subhanahu wa Ta’ala mengangkat derajat orang-orang yang berilmu sebagaimana firman-Nya :
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. ” (Al Mujadilah : 11)

Semoga Allah memudahkan jalan bagi kita untuk menuntut ilmu dan memberikan ilmu yang bermanfaat. Aamiiin. 
Wallahu A’lam Bis Shawab. 

Hukum Rambut Berponi Bagi Wanita

Apa pendapat Anda tentang perbuatan sebagian wanita yang memotong bagian depan rambut mereka dengan maksud berhias, yang biasa distilahkan poni?
Jawab: Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu mengatakan: “Fuqaha Al-Hanabilah rahimahumullah menyebutkan dimakruhkan wanita mengurangi sedikitpun dari rambut kepalanya kecuali dalam tahallul ibadah haji atau umrah. Akan tetapi mereka tidak menyebutkan dalil dalam masalah ini. Sebagian fuqaha Al-Hanabilah bahkan sampai mengharamkan wanita menggunting rambutnya kecuali dalam tahallul haji atau umrah. Akan tetapi saya tidak mengetahui ada dalil bagi mereka dalam pengharaman tersebut. Sehingga yang rajih (pendapat yang kuat) menurut saya adalah bila potongan rambut wanita tersebut sampai menyerupai model rambut laki-laki atau menyerupai wanita-wanita musyrik, maka hal itu tidak dibolehkan karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
لَعَنَ الْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجاَلِ
“Beliau melaknat wanita yang menyerupai laki-laki. ”1
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk dari kaum tersebut. ”2 Adapun bila potongan rambutnya tidak sampai pada batasan tersebut (tidak menyerupai laki-laki atau menyerupai wanita kafir, pent. ) maka dibolehkan. Namun bersamaan dengan pendapat saya ini, saya tidak menyukai dan tidak memandang baik bila wanita ataupun selain wanita sibuk mengikuti setiap model baru yang ada. Karena, kalau kita asyik mengikuti setiap model baru dan mengikuti semua yang datang dari luar maka pastilah kita akan memasuki pintu taqlid (membebek) kepada mereka.
Hingga bisa jadi taqlid kita kepada mereka sampai dalam kesesatan akhlak, akidah, dan pemikiran yang ada pada mereka. ” (Fatawa Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, 2/831)
asysyariah. com/print. php?idonline=627
1 Seperti yang disebutkan dalam hadits berikut ini: Abu Salamah bin Abdirrahman, anak susu dari Ummu Kultsum bintu Abi Bakr, saudara perempuan Aisyah radhiyallahu ‘anhum, menyatakan, “Aku
masuk ke tempat Aisyah x bersama saudara laki-laki sepersusuan Aisyah. Maka saudaranya ini bertanya kepada Aisyah tentang mandi janabah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aisyah pun meminta diambilkan air dalam bejana yang berukuran sekadar satu sha’, lalu ia mandi, sementara antara kami dan Aisyah ada penutup. Aisyah menuangkan air di atas kepalanya sebanyak tiga kali. Kata Abu Salamah:
كَانَ أَزْوَاجُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْخُذْنَ مِنْ رُؤُسِهِنَّ حَتَّى يَكُوْنَ كَالوَفْرَةِ

“Adalah istri-istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambil (memendekkan) rambut mereka hingga seperti wafrah. ” (HR. Muslim no. 726) Wafrah adalah rambut yang sampai ke kedua telinga dan tidak melebihinya. Al-Qadhi Iyadh rahimahullahu menyatakan bahwa yang umum di kalangan wanita-wanita Arab adalah memanjangkan rambut mereka hingga
dapat dijalin. Adapun yang dilakukan oleh istri-istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini bisa jadi setelah wafat beliau Shallallahu
‘alaihi wa sallam, karena mereka tidak lagi butuh berdandan dan merasa tidak ada kebutuhan memanjangkan rambut mereka, dalam rangka mempermudah perawatan rambut. Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu memastikan bahwa hal itu dilakukan oleh istri-istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah beliau meninggal, bukan di masa hidup beliau. Kata Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu, “Dalam hadits ini ada dalil bolehnya wanita mengurangi rambutnya. Wallahu a’lam. ” (Al-Minhaj, 3/229) Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata, “Boleh bagi wanita mengambil/memotong rambutnya jika tidak bertujuan untuk tasyabbuh dengan wanita-wanita kafir. Namun kalau tujuannya tasyabbuh, tidaklah dibolehkan dengan dalil sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
dan hadits lainnya. ” (Jilbab Al-Mar`ah Al-Muslimah fil Kitabi was Sunnah, hal. 148) -pent.

2 HR. At-Tirmidzi no. 2695 dari ‘Amr bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya. Lihat Ash-Shahihah hadits no. 2194. sumber: www. darussalaf. or. id, penulis: Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

SALAH PAHAM CARA BEHIJAB SYAR'I

Pada hari ini, dapat kita perhatikan ramai muslimah mulai sedar akan kewajiban mengenakan tudung. Kita dapat lihat bagaimana seorang muslimah sebelumnya tidak bertudung, kemudian mula mengenakan tudung. Alhamdulillah, Rahimahunnallah. Walau bagaimanapun, sayangnya kebanyakan dari mereka masih belum mengenakan tudung yang benar-benar sesuai dengan kehendak syariat. Kebanyakan dari mereka memakai tudung mengikut trend atau hanya ingin dilihat lebih islamik. Mereka lebih mementingkan keanggunan, kecantikan tanpa mempedulikan apakah benar tudung mereka betul atau tidak.

Kebanyakan tudung yang dijual hari ini tidak cukup untuk menutup aurat secara sempurna melainkan meninggalkan celah-celah yang memperlihatkan aurat. Menurut jumhur ulama, aurat wanita adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Sebagaimana ulama ahli tafsir Imam Al-Qurthubi berkata, pengecualian itu adalah pada wajah dan telapak tangan. 

Yang menunjukkan hal itu adalah apa yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Aisyah:
Asma binti Abu Bakar menemui Rasulullah sedangkan ia memakai pakaian tipis. Maka Rasulullah berpaling darinya dan berkata kepadanya : “Wahai Asma ! Sesungguhnya jika seorang wanita itu telah mencapai masa haid, tidak baik jika ada bagian tubuhnya yang terlihat, kecuali ini.” Kemudian beliau menunjuk wajah dan telapak tangannya. Allah Pemberi Taufik dan tidak ada Rabb selain-Nya”. Maka, selain muka dan telapak tangan, tidak boleh terlihat walaupun sedikit.

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam melarang para wanita muslimah berpakaian ketat. Dan batasan ketat adalah tergambarnya bentuk salah satu anggota tubuh yang termasuk aurat. Usamah bin Zaid pernah berkata:
Rasulullah pernah memberiku baju Quthbiyah yang tebal yang merupakan baju yang dihadiahkan oleh Dihyah Al-Kalbi kepada beliau. Baju itu pun aku pakaikan pada isteriku. Nabi bertanya kepadaku : “Mengapa kamu tidak mengenakan baju Quthbiyah ?” Aku menjawab : Aku pakaikan baju itu pada istriku. Nabi lalu bersabda : “Perintahkan ia agar mengenakan baju dalam di balik Quthbiyah itu, karena saya khawatir baju itu masih bisa menggambarkan bentuk tulangnya.” (Ad-Dhiya Al-Maqdisi dalam Al-Hadits Al-Mukhtarah I/441; Ahmad dan Al-Baihaqi dengan sanad Hasan).

Sungguh menghairankan sesetengah muslimah yang sudah menyedari akan wajibnya menutup aurat, namun di dalam hatinya masih ada keinginan untuk menonjolkan bahagian-bahagian tubuhnya agar terlihat indah di mata laki-laki. Waliyyadzubillah. Sehingga mereka pun memakai tudung secara ala-kadar sahaja. Kesilapan muslimah yang menggayakan tudung pada hari ini dapat dibahagikan kepada dua bahagian.
1.Antara tudung yang popular dipakai masa kini adalah tudung lilit atau tudung pendek. Hampir kebanyakan muslimah menggayakan tudung jenis di mana banyak dipengaruhi oleh pemakaian artis-artis tempatan. Rata-rata daripada mereka akan mengatakan tudung jenis ini ringkas, tidak rimas dan senang dipakai. Namun tidak syak lagi pemakaian jenis ini mendedahkan dada. Padahal telah jelas dalil menyebutkan:

“Dan hendaklah mereka menutupkan tudung ke dada mereka…” (QS. An Nur : 31)

2. Antara kebiasaan yang selalu dilakukan muslimah pada hari ini adalah

memasukkan tudung ke dalam baju atau memakai jaket atau coat diluarnya. Ini menyebabkan hilangnya fungsi tudung untuk menutupi bentuk tubuh bahagian atas. Memang terdapat pelbagai alasan diberi untuk mengenakan tudung jenis ini. Pertama adalah untuk keperluan keselamatan, misalnya ingin memasuki makmal, tudung perlu dimasuki ke dalam coat bagi mengelak dari disambar api, bahan kimia dan sebagainya. Penyelesaian untuk permasalahan ini, pakailah coat yang besar dan longgar sehingga tidak menampakkan langsung bentuk tubuh bahagian atas. Namun, kalau kita lihat situasi hari ini, sukar untuk melihat mereka yang memakai coat yang disebutkan itu. Kedua pula, adalah keperluan akademik. Mereka menggayakan tudung jenis ini dengan alasan kekemasan seperti yang dapat kita lihat pada badan-badan uniform seperti Pasukan Pandu Puteri, Kadet Polis, Kadet Remaja Sekolah dan lain-lain lagi. Sukar untuk berkompromi dengan alasan ini kerana tidak bolehkah mengemaskan sahaja tudung yang dilabuh itu? Mengapakah mereka tidak boleh mencotohi Pasukan Puteri Islam yang tampak molek dengan tudung tidak dimasukkan ke dalam baju tetapi masih boleh berfungsi sebagai satu pasukan? Ini adalah persoalan yang perlu diperhalusi lagi.

Kesimpulannya, dapat dinyatakan disini, jumhur ulama berpendapat bahawa panjang minima bagi suatu tudung adalah sampai menutupi dada dengan sempurna. Namun ini bukan bererti sekadar melepasi sepanjang itu. Kerana seringkali diterpa angin, maka bahagian dada akan tersingkap. Maka, tidak ada pilihan lain bagi muslimah kecuali mengenakan tudung yang lebih panjang dari itu. Bahkan sangat baik bila tudung menjulur panjang sampai ke punggung. Dan inilah pendapat sebagian ulama dengan mengambil zahir dari perintah Allah pada surat Al-Ahzab ayat 59:

Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mumin : “Hendaklah mereka mengulurkann jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” (QS. Al Ahzab : 59)

Walau demikian kami bersyukur kepada Allah, bahawa sekarang mulai terlihat kesedaran dikalangan muslimah di negara kita untuk mulai mengenakan tudung. Walaupun sebahagian besar masih belum memenuhi kriteria syar’i, namun kami berharap saudari-saudari kita muslimah sentiasa berproses dan memperbaiki diri dalam pemakain tudung hingga sesuai dengan apa yang ditentukan oleh Allah dan Rasul-Nya. Kita berharap semoga kaum muslimah kita yang dimuliakan oleh Allah, sentiasa memperbaiki diri dan menjaga kehormatan dirinya dengan taat kepada perintah Allah dan Rasul-Nya. Beragama dengan kaedah yang benar sesuai Al Qur’an dan As Sunnah, bukan hanya mengikuti perasaan, atau mengikuti apa yang dianggap baik oleh kebanyakan orang. 
Wallahu ta’ala a’lam....




Dengarlah isi Hatiku

Dengarlah isi Hatiku


Bukan paras rupa yg ku pandang...
Bukan materi yg ku nilai...
Hanya cinta Halal yg ku damba .. ..

Cintai Aku Dlm ketidak sempurnaanku″

′Ketika Ketidaksempurnaan membuat kita menghargai akan sebuah nilai kelebihan..
′ketika semua kelemahan dipertanyakan.. Seharusnya keluasan dan keikhlasan hati menjadi jawabannya... Karena Allah mempertemukan kita dalam semua kekurangan dan kelebihan yg ada pada diri kita masing-masing.. dan dengannya kita menjadi sempurna...

InsyaAllah. . .
Bukan karena membenci hadirnya tetapi menjaga kesuciannya 
bukan kerana menghindari dunia.. tetapi meraih syurga-NYA 
bukan karena lemah untuk menghadapinya.. tetapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus dan menyelusup..
♥ LOVE 'COZ ALLAH ♥
Simpanlah segala bentuk ungkapan cinta mu dan "kunci' hatimu rapat2'' hanya untukku karena ALLAH, maka DIA akan menjawabnya dgn lebih indah di saat yg tepat....
 Ijinkan Aku mencintaimu karena Allah ♥ 

″Ketika aku menyayangimu krna akidahmu …
″Ketika aku meluruskanmu krna tak ingin kau berbelok arah …
″Ketika aku mendo’akanmu tanpa engkau tahu …
″Ketika aku berlapang dada dengan teguranmu …
″Ketika aku tersenyum untuk kebahagiaanmu …
″Ketika aku menguatkan saat kau mulai terjatuh …
″Ketika aku sekuat tenaga tanpa jemu membantumu ..
″Ketika sahutan salam menyapa saat kita bertemu …
″Ketika aku begitu cepat melupakan kesalahanmu …
″Ketika aku membuka lebar-lebar pintu maaf untukmu …
″Ketika aku menjaga rahsiamu …
″Ketika kita duduk bersama dan pembicaraan kita selalu tertuju untuk kebaikan..Dan ″Ketika terkadang aku perlu melepasmu dengan penuh keikhlasan...Jika Allah yang memintaku untuk mencintaimu…
Dan aku melakukannya, dengan izin Allah dan semoga hanya krna Allah…

Menyayangi sesuatu karena sebuah KELEBIHAN, itu biasa. Kagum sesuatu karena ada hal HEBAT yang dimiliki seseorg itu biasa. Tapi BELAJAR MENYAYANGI KARENA SEBUAH KELEMAHAN YANG DIMILIKI, itu baru LUAR BIASA!!!

Semua manusia diciptakan memiliki KELEMAHAN (Q.S.4:28). AGAR KITA BISA SALING MENGISI DGN PENUH KEBAIKAN & dari sanalah akan hadir, sebuah keajaiban hati yang Allah ciptakan untuk tiap manusia.

Wahai Adam CINTAILAH kekuranganku niscaya engkau akan bahagia ketika engkau Menemukan KELEBIHANku...

InsyaAllah. . .
Akhi...
Penantian panjang untuk menunggumu akan ku lewati hanya untukmu, meski seribu kebimbangan menghantuiku, meski ribuan keraguan menjelma atas janjimu.

Aku hanya takut, benarkah kau pantas untuk ku nanti?

″Akhi..Ku sembunyikan hati ini untuk memilih menantimu karena ku tahu aku sangat mencintaimu. Namun bukan berarti cinta ini mampu membutakanku agar aku menerima ketikdak pastian...

″Aku hanya tak tahu, benarkah kau pantas untuk ku nanti?

″Akhi.. Segera Jemput aku menjadi Bidadarimu.... ^__^


"Dûhãî seseorang yg ada disana
Jika benar itu kau, maka jka saat itu tiba
Lantas terlihat sisi salah pada diriku
Semoga Allah mengkarunia mu kemampuan untuk 
Melihat sisi baiku
Semoga Allah meridhoimu, kau pun mencintaiku karena-NYA
Senantisa memahamiku , menerima kekurangan dan kelebihanku
Dan begitu pula yg akan kulakukan pãdãmû
Allah tlh jadikan hamba-NYA jauh dr sempurna, maka ketika
Itu adalah untuk saling menyempurnakan Aamin ya Rahman
 
"rawatlah pohon cintamu...

"cinta itu laksana pohon dalam hati
Akarnya adalah ketundukan pada kekasih yg dicintai
Dahannya adalah mengenal sepenuh hati
Rantingnya adalah ketakutan kepada-NYA
Dan air yang menghidupi nya adalah menyebut nama-NYA

"kekasih yg dimaksud adalah Allah SWT, dialah säñg kekasih yang tak pernah 
Mengecewakan orang yang mencintai-NYA

(♥((.Jika engkau menginginkan pasangan yg sholeh/ah, maka sholeh/ahkan dirimu trlbh dahulu, jangan berharap pasangan sholeh/ah tp dirimu masih terlena dengan kemaksiatan duniawimu...

Dan jika engkau menginginkn anak2 yg sholeh/ah, maka jadilah org tua yg sholeh/ah, jangan berharap memiliki anak2 yg sholeh/ah sedangkn engkau masih melupakan kewajiban2 ketaqwaanmu sebagai seorg muslim/ah...

Keep Istiqomah sobatku,,,,

Carilah lelaki yang mampu menjadi imam untukmu...
Yang menitis air mata melihat kesakitanmu ketika melahirkan zuriatnya...
Dan lelaki yang membangunkanmu untuk beribadat bersama-sama di sepertiga malam...

Jika pencarian itu telah engkau temui, 
jangan lupa bersyukur kepada-Nya...

Jadilah permaisuri hatinya, 
Teman dikala suka dan duka, 
Serta pengobat rindu dan lara Hatinya...

Aamiin Ya Rabbal'alamiin... uda

Ya Rabb,.....
Jagalah hati ini sampai semuanya halal untukku....
Jika memang dia jodohku maka pautkan hatinya dengan hatiku....
Ku serahkan semuanya pada-Mu ya Allah....
Jika memang dia yg terbaik untukku maka pertemukanlah kami dalam Cinta & Ridho-Mu....
tanpa kasih sayang dan cinta-NYA tak mungkn kau bisa bernapas hari ini.
Jika Engkau Jatuh Cinta....Cintailah seseorang krn KEKURANGANNYA...
krn suatu saat nanti kamu akan BAHAGIA dengan KELEBIHANNYA....Dan jangan pernah mencintai seseorang dgn kelebihannya...krn suatu saat nanti kamu pasti KECEWA ketika kamu tahu akan kekurangan yg di milikinya...
Engkau menunggu dalam sujud istikharahmu, 
″Engkau menanti dalam k'ikhlasan hatimu.. 
″Engkau senantiasa mensucikan diri, di kala engkau bertemankan sepi.” 
Ku kan melangkah tuk membawa kebahgiaan,ku kan membwa seberkas cahaya kasih-Nya untuk kita kelak.
Walau dalam pandangan aku jauh dari penglihatanmu, namun Ia sang Maha Pencipta mengetahui apa yg terbaik untk ku jalani, smg engkau mengerti, yakinlah akan kekuasaan sang illahi, yg senantiasa memberi bila kita ikhlas untuk kebahagiaan kita nanti...
Kewibawaan seorang LELAKI itu BUKAN di Lihat dari seberapa Banyak & Pintar dia Menaklukkan Hati seorang WANITA,,

Tapi Kewibawaan seorang Laki-laki itu di Lihat seberapa Pandai dia Menjaga HATI seorang WANITA untuk Memuliakannya di Hadapan SANG PENCIPTAnya..

SubhanALLAH.......
Kalau kamu menitipkan hatimu pada sese0rang yg belum halal bagimu, niscaya dia akan merobek robeknya. .
(sengaja or tdk sengaja)
tapi, jika kamu menitipkan hatimu pada dzat yg Maha Esa, maka Dia akan merawatnya dan membrikan
CINTA yang HALAL dan INDAH PADA WAKTUNYA
بسم الله الرحمن الرحيم                                                                    
Robbanaa hab lanaa min azwaajinaa wadzurriyaatinaa qurrota a’yun. Waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa (Q.S. Al Furqaan: 74). 
Aamiin. (Ya Roob kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa
BismillahirRohmaanirRohiim....

Jika benar Cinta itu KARENA ALLAH, maka biarkanlah ia mengalir mengikuti aliran ALLAH!
karena hakikatnya ia berhulu dari ALLAH, maka iapun berhilir hanya kepada ALLAH.
karena HATI ini begitu mudah untuk di Bolak-balikan, maka serahkan rasa yang belum HALAL itu pada yang Memberi & Memiliki-NYA.
Biarkan DIA yang mengatur semuanya hingga 'keIndahan' itu datang pada waktu nya..
Aku tak dapat merangkai kalimat cinta nan indah berbunga, SEBELUM kutahu kepada siapa kalimat cinta itu kutuju
aku tak dapat mengumbar sejuta imaji yang indah, SEBELUM kutahu bersama siapa semua itu kan kuraih
Karena kuingin JATUH CINTA setelah semua HALAL bagiku, dimana semua keindahan cinta sudah HALAL kurengkuh dalam kata dan nyataku karena-NYA..
 BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIM ♥
Ya Allah,,
Bila Pagi ini ada hati yg tersimpan benci ubahlah menjadi kasih sayang.
Bila hati kami kotor, sucikanlah.
Bila hati terluka perih, sembuhkanlah.
Ya Allah, lihat air mata kami ini.
Kami mohon ubahlah kesedihan siapapun yg membaca doa ini menjadi kebahagiaan dan ubahlah setiap air mata yg mengalir dipipi menjadi karunia-Mu dalam hidup kami.... Aamiin Ya Rabbal'alamiin......
ya Allah titipkan ktenangan buat dia yg sdang kresahan. .

Ya Allah kemblikan kceriaan bwt dia yg kedukaan. .
Ya Allah gntknlah tngsan dia dgn senyuman. .

Jika ini ujian maka brilah dia kekuatan. .

Sbhtku ktahuilah. .
Tiada yg lbh mengrt perasaanmu, melainkn Allah. .

Tiada yg lbh dkat kpadamu melainkan Allah. .

Maka mintalah dan adukan sgalnya dlm sjudmu kpadaNYA

Banyak Dua sejoli yg Menjalin CINTA TERLARANG/Pacaran dengan Bangga dan Ber-bunga'' bila mengucapkan/mendengar pd pasangannya kata; "sayangku, cintaku, My Honney, My sweety, My baby dll.."

Namun Bagi ana ucapan tersebut Hanya Layak saat Hubungan tersebut telah HALAL.
Aku Hanya Bangga, Bahagia dan Merindukan ucapan," Duhai isteriku tersayang atau Wahai suamiku tercinta"
Bukankah itu lebih Romantis, terhormat dan pastinya di Ridhoi oleh-Nya..??!
Hmmm, kapan yaa.. saat itu tiba......^_^
BiLa cintaku memilihmu, kau tau itu bukankn pilihanku tp pilihan-Nya. 
BiLa cintaku memilihmu, itu bukan karena cintaku padamu, tp karena Dia mencintai kita. 
BiLa cintaku memilihmu, biarkan waktu yang menjawab siapakah dirimu. 
BiLa cintaku memilihmu, aku yakin cinta-Nya telah memilihmu untuk menjadi teman bagiku menyempurnakan setengah agama ini.
BiLa cintaku memilihmu, izinkn ku habiskn sisa usiaku untuk menjagamu......
Jodohmu adalah cermin dirimu !
Siapa yg memahami bagaimana dirinya, dia tdk akan kesulitan menemukan jodohnya.
Krn jodohmu.. berbanding lurus dgn kualitas dirimu.
Tentu banyak yg brtanya, 'Kenapa ada wanita yg taat beragama tp jodohnya trnyata gemar maksiat..?!', jg sebaliknya..
'Krn ada rahasia Allah yg kdang tdk mampu dicerna akal manusia, apa2 yg buruk dimata kita, blm tentu jelek dimata Allah'.
Allah Maha Mengetahui yg trbaik bwt hamb-Nya.... uda

Wanita sholehah, akan senantiasa menjaga Cintanya hanya pada seorang yang kelak sudah di HALAL kan oleh dunia dan akhirat untuknya..
Dia tidak akan mengumbar kata2 indah kepada siapapun, dia tidak akan menebar pesona yang di milikinya..

Karena baginya CINTA adalah Jalan untuk menyempurnakan ibadah dalam meraih Ridho Rabb-Nya..
Insya ALLAH bisa engkau pasti bisa,, :) uda
Wahai dulur-dulur  yang sedang dlm PENANTIAN,
BERSABARLAH dlm menanti PASANGAN HATI .. Isilah penantianmu dgn perbaiki diri, hiasi harimu dgn doa dan harapan beroleh kebaikan..
Bukan dengan cinta kasih atau hubungan mesra tanpa ikatan resmi,
Penantian adalah satu ujian atau cobaan.. Karena keimanan tak hanya di ucapkan, tetapi juga kesabaran dalam menghadapi segala ujian atau cobaan.♥ uda
Jangan memberi harapan pada yg belum pasti,kelak ada insan yang bakal dilukai,
Jangan menaruh harapan pada yg belum tentu dimiliki,nanti hati yg kecewa sendiri.Sebaliknya,gantunglah segenap pengharapanmu kepada Yg Maha Memberi,niscaya dirimu tak sesekali dizalimi,karena Dia mendengar pengharapanmu setiap kali,dan Dia menunaikannya dgn cara-Nya yg tersendiri..InsyaALLAH uda
Di antara bentuk cinta dan kasih kpd suami adlh bertutur kata dgn manis, lembut & mesra, manisnya tutur kata wanita dpt memikat dan mempesonakan hati suami. kata2mu laksana tetesan air yg begitu menyejukkan bagi suamimu? Sesungguhnya lelaki membutuhkan ketenangan dan ketentraman di dlm jiwanya. Dia membutuhkan ruang yg dapat membuatnya teduh…ke manakah lagi kiranya dia mencari keteduhan hati jika tidak pada dirimu?.....
Jika memang dia yang engkau takdirkan bagi hamba ya ALLAH....
Jagalah hatinya untuk selalu mengingat-MU,
Jagalah kesetiaannya untuk selalu mencintai-Mu,
Hanya dengan mengingat-Mu dan mencintai-Mu,
Adalah jaminan kesetiaan cintanya kepada ku —
.kau percaya taqdir bukan?
Ketika dua insan telah digariskan untk dapat hidup bersama maka....
"sejauhmanapun mereka
"sebanyak apapun rintangan menghalangi
"sebesar apapun beda diantara mereka
"sekuat apapun dua insan itu menghndarinya
"meski belum pernah komunkasi sblmnya
Mereka pasti akan bersatu jua seakan ada hal" yg menyatukan dua hati itu uda
Jodohku.....
Memilihmu sebagai penghias hati bukanlah semudah yang di sangka,
Agar engkau dapat menjadi makmum buatku, itu adalah harapanku,
Namun sungguh terlalu sukar memilih PERMATA di tengah celahan KACA yg berserakan. Duhai Jodohku...bantulah aku menemukanmu dalam sujud panjang istikharahmu malam ini...
Jodohku...Ku tahu itu,,
Kesempurnaan bukanlah yg utama,karena setiap orang punya kekurangan dan kelebihan. Kita ada untk saling melengkapi.
Jodohku...
Menginginkanmu bukan karena materi
Yang kucari adalah ketenangan diri,jiwa dan hati.. Dan jadikanlah aku imam yg baik bgimu juga baik karena Allah Swt.
Ingatkanlah dan tegurlah aku bila ku salah melangkah.
Ya Allah, semoga Engkau mendengarkan doa dalam setiap sujudku Aamin Ya Robbal 'Aalamin :)

SubhanAllah ana terharu membaca comment salah seorg Ukhti...

Bersabarlah dlm penantianmu ukhti, InsyaAllah dia akan mengkitbahmu pd waktunya nanti.... Aamiin.


Raut wajah bisa menunjukkan apakah seseorang sedang sedih atau gembira, marah atau tidak suka. Maka tersenyumlah karena org akan menyangka engkau selalu gembira. Senyuman bisa mendatangkan teman, senyuman bisa mendatangkan kebahagiaan dan juga kebaikan.

"Senyum kalian bagi saudaranya adalah sedekah, besamar makruf nahi mungkar yg kalian lakukan uTk saudaranya adalah sedekah, dan kalian menunjukan jalan bagi seseorang yg tersesat adalah sedekah." (HR. At-Tirmidzi dan Abu Dzar)

Senyum dulu yuuk , karena senyum adalah tindakan sederhana yg mendatangkan kebaikan, menambah erat persahabatan dan menyembuhkan sayap2 cinta yg terluka. ^_Senyum_^